Sumber: Baleho, Backdrop, Logo dan Umbul-umbul HUT TNI 76 | WEBSITE TENTARA NASIONAL INDONESIA
Indonesia adalah negara yang bercorak, kita berasal dari banyak
rumpun, banyak latar belakang ras, suku dan budaya. Indonesia dimata dunia juga
merupakan negara yang kaya, kaya akan sumber dayanya, kaya akan flora dan
faunanya, hingga keberagaman pariwisatanya. Dalam hal ini dapat kita maknai
bahwa, negara kita tidak berdiri atas satu jenis tiang kokoh saja, melainkan
terdiri dari beragam jenis tiang yang diikat dengan rasa persatuan dan kesatuan
untuk menumpu berdiri kokohnya Indonesia. Maka dari itu kebersatuan dalam
keberagaman merupakan suatu hal penting yang harus dijaga dalam segala aspek
kehidupan, terlebih dalam bernegara, saat keberagaman berdiri tanpa persatuan,
bukanya kekuatan yang didapat tetapi kehancuran yang meruak, seperti kata pepatah
“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”
Bicara tentang persatuan, ada hal unik yang dapat kita pelajari
dari masakan Indonesia. Masakan Indonesia yang terkenal dengan kekayaan rempah-rempah
dan bumbu hingga tradisi memasaknya juga memiliki makna tersendiri tentang
persatuan. Makna tersebut ialah semakin beragamnya rempah-rempah dan bumbu yang
disatukan dalam satu masakan maka semakin bertambah kenikmatan dan keunikan
masakannya. Dapat disimpulkan kembali bahwa persatuan akan menciptakan suatu
keluarbiasaan baru yang menakjubkan, karena ketika kita bererak maka hanya
kekurangan dan kelebihan masing-masinglah yang tersohor, seperti cengkeh dan
pala yang pahit ketika disatukan dengan bumbu dan rempah lain maka terciptalah
aroma dan rasa khas yang nikmat.
Persatuan merupakan elemen penting dalam kehidupan manusia, tanpa
persatuan mungkin tidak akan ada namanya kehidupan, karena setiap detik sel-sel
di dalam tubuh kita pun juga bekerja bersama-sama, dan saling berkaitan satu
dengan yang lainnya supaya metabolisme tubuh bekerja dengan baik. Ketika tubuh
kita terserang penyakit seperti virus, sel-sel dalam tubuh juga bekerja sama
dan berjuang untuk mematikan virus tersebut sehingga kita tidak jatuh sakit.
Namun, ketika satu sel saja tidak ikut berjuang dan bekerja sama, entah itu
karena kelainan atau jumlahnya tidak sesuai, maka terbentuklah penyakit. Hal
ini dapat diartikan bahwa dalam kehidupan sehari-hari terlebih dalam bernegara,
penting sekali untuk memastikan setiap orang untuk ikut andil dan bersatu dalam
memperjuangkan tujuan dan cita-cita supaya keberjayaan kita dan negara kita
dapat tercapai dan dapat kita pertahankan agar tetap utuh dan solid.
Kemenangan adalah keadaan di mana suatu tujuan atau cita-cita dapat
tercapai. Kemenangan tidak jauh dari unsur lawan dan pejuang, perlawanan bisa
dikaitkan dengan peperangan yang menuntut setiap elemen untuk berjuang, bersatu
dan bergotong-royong untuk mengusir lawan. Perjuangan dan persatuan adalah dua
hal penting yang tidak dapat dipisahkan, perjuangan akan sangat berat jika
dilaksanakan tanpa rasa persatuan, begitu pula kebersamaan, yang mana tanpa
keinginan untuk berjuang menuju kemenangan maka sama saja seperti segerombol domba
ternak yang berlarian takut karena gonggongan hewan. Kebersatuan dalam berjuang
merupakan faktor mutlak untuk menggapai kemenangan.
Makna-makna persatuan dan perjuangan di atas, semuanya terkandung
dalam tema HUT TNI ke-76 tahun ini yaitu “Bersatu Berjuang Kita Pasti Menang”,
yang dapat dimaknai bahwa apa pun kondisinya dan di mana pun kita berada, yang
pertama kita lakukan untuk menggapai kemenangan adalah persatuan, setelah
persatuan tercapai maka harus dikobarkanlah semangat perjuangan, barulah
kemutlakan kemenangan bisa kita dapatkan. Dalam tema tersebut dapat dipelajari
pula bahwa kebersatuan merupakan suatu kekuatan besar untuk menggapai
kemenangan, seperti yang dikatakan oleh Bapak Penulis kita, Pramoedya Ananta
Toer, dalam karyanya “Sekali Peristiwa di Banten Selatan” bahwa “Kalau ada
persatuan semua bisa kita kerjakan, jangankan rumah, gunung dan laut bisa kita
pindahkan – Ranta”. Maka marilah kita kobarkan semangat persatuan dan
kesatuan agar cita-cita kemenangan kita dan negara kita dapat tercapai dan kita
pertahankan.
No comments:
Post a Comment