Thursday, December 5, 2019

Typo yang Berujung Menyedihkan

Halo guys!
Kalian pernah nggak sih ngurus dokumen pribadi penting yang sangat vital? Pernah pastinya, aku pun juga! (yaiyalahh 😁) 
Kali ini aku akan membagikan #kisahku yang miris 😒 karena kesalahan penulisan tanggal pada Visa Keluar, yang belum tau apa itu visa keluar, bisa langsung googling hehe.. Sedikit bocoran, visa keluar adalah stempel izin keluar dari suatu negara dengan keadaan memiliki resident permit yang masih berlaku.

Seperti yang kalian ketahui, aku saat ini sedang menempuh kuliahku di Iran. Kebetulan tahun lalu, aku pulang ke Indonesia untuk mengurus surat-surat penting. Karena hal itulah aku ngurus dong visa keluar, seperti biasa aku mengikuti prosedur yang berlaku di kampusku. Sedikit spoiler, negara ini termasuk negara dengan administrasi publik yang berbeda (dengan tanda kutip), dimana kalian kalau kepingin surat atau urusannya selesai petugasnya harus dikasih sedikit tekanan atau urgensi gitu, kalau nggak ya urusan atau surat kamu bakalan dikerjain dengan interval waktu yang ya begituulah.. Karena itulah, aku pun juga mempersiapkan urgensiku..

Syukurlah, aku dengan urgensiku membuahkan hasil, aku diberikan izin visa keluar, setelah beberapa kali di ombang ambingkan petugasnya #hehe.. tapi dengan unek-unek ini masihan.. karena tanpa memberi info sesuatu petugasnya bilang (kasarannya aja lah yauw), "kamu pulang malam ini kan??" aku bilang "iya (ini bagian dari urgensiku ya)" terus petugasnya bilang lagi "ohiya nggakpapa, nggak akan jadi masalah ini" begituuu.. kan aku jadi mikir kan../ tapi aku tidak ada pikiran bakal berdampak besar pada akhir nanti gitu, jadi yaudah lah, aku segera deh pesan tiket bus ke Tehran tu..

Saat aku sampai di asrama, aku cek stempel dan penulisan tanggalnya dan aku nemuin sih kek ada tulisan tanggal yang ditebelin begitu, tapi aku positif thingking, ini mungkin yang dia bilang-bilang itu paling (dalam hati).. ini aku juga nggak sadar kalau ini penting banget untuk dibenerin :(

Ini penampakannya, penulisan tanggal yang salah aku garis bawain merah ckck

Setelah aku check out dari asrama kampus dan sampai di Tehran, aku tidak langsung pulang, aku menghabiskan waktuku kurang lebih sebulan dengan teman-temanku Indonesia yang ada di sini. Oiya, FYI nih, aku dapat visa keluar dengan durasi satu bulan guys, jadi aku masih bisa traveling untuk beberapa hari sebelum pulang. Aku gunain lah waktu sebulanku itu untuk beli oleh-oleh, open PO, dan sebagainya hehe..

Tak terasa waktu pun cepat berlalu... (nada puisi) xD

Aku sudah berhasil booking tiket two way dengan harga terjangkau dan dengan tanggal yang pas. Aku pulang nih.. Pesawatku dijadwalkan akan berangkat malam mari sekitar jam 11. Bismillah, aku datang sekiatar 2 jam sebelum keberangkatan, seperti biasa aku check-in terus nimbang bagasi dan sebagainya, dan Alhamdulillah lancar sampai tahap ini. Setelah beberapa saat, gate penerbanganku pun dibuka, aku bersiap ke Immigration Check.. dan inilah awal dari kemirisanku.. Setelah antri agak panjang, tibalah giliranku, aku berikan passport dan boarding pass ku, daaannn... taraaa.. aku nggak lolos guys #hiks, katanya visa keluarku sudah nggak berlaku #akupunmulaipanikdagdigdug, dibawalah aku yang lugu ini ke kantor imigrasi bandara dong. 

Sedikit sempilan cerita, petugas imigrasi bandara itu, pasti mukanya nggak ramah gitu guys, kek yang cuek trus tanpa senyum gitu, ya mungkin itu emang disuruh gitu pasti ya

Di kantor itu aku dituduh telah ngubah tanggal visa keluar karena ada tulisan yang ditebalin itu, ya aku pun bilang dong kalo aku nggak nglakuin itu, dan mohon2 nih biar diterbangin, tapi takdir telah dituliskan berbeda, aku tidak diloloskan, aku tidak bisa pulang malam itu. Saat pesawat sudah persiapan take off (gate closed) dan namaku telah dipanggil berkali-kali oleh pihak maskapai, aku malah dibawa masuk ke pintu penerbangan tapi dengan arah yang berbeda, disini aku mikir kalau aku bakal dibawa ke pesawat tapi dengan jalur yang tersendiri karena terlambat masuk, dan taraa.. aku dengan tidak tahu apa-apa malah dibawa ke ruang detensi bandara, tepatnya disebelah pintu imigrasi kedatangan bandara. Disitu aku disuruh buka barang-barang yang aku bawa dan disuruh ngeluarin semuanya dan dicatat oleh petugasnya, termasuk juga ikat pinggang. Oke, aku ikutin prosedurnya, aku sudah pasrah waktu itu dan dalam hati aku bilang mungkin ini yang terbaik gitu, dibawalah aku ke ruang detensi bandara. Ruangannya itu gelap, cahanya hanya muncul dari pintu, ada CCTV gede di tengah dengan karpet + selimut tebal serta bekas makanan dan botol-botol penghuni sebelumnya. 

Guys, sebenernya aku ingin bercerita lebih detail lagi apa yang terjadi padaku setelah detensi itu, tapi aku merasa lebih baik untuk menyimpannya sendiri. 

Alhamdulillah, after those long process, I got my new exit visa and I went back to my country safely. I even still could go back to Iran if I want, I mean they didn't blacklist my passport. Alhamdulillah for everything. So guys, an important notes I want to say here is that, Kamu harus mengecek dengan cermat dan teliti tentang data yang dituliskan di visa yang kalian dapat dimanapun itu, karena kita nggak tahu nanti, dari kesalahan kecil bisa jadi kerugian besar seperti ini. 

Hope you guys could take this lessons 👌
Continue Reading...

Thursday, July 25, 2019

Pengalaman Ikut Tes STIN

Pada tahu nggak STIN itu apa? Pasti tahu dong ya, STIN merupakan salah satu sekolah ikatan dinas yang ada di Indonesia #pastinya wkwk.. STIN kepanjangannya  Sekolah Tinggi Intelijen Negara. Ya paling enaknya kalo tahu sosok James Bond ya pasti tahu jadi intel itu bagaimana.

Aku mengetahui pendaftaran sekolah ini secara tidak sengaja saat browsing sekolah kedinasan, memang sih sekolah ini tidak sepopuler sekolah kedinasan seperti STAN. Pendaftaran di sekolah ini saat itu (2016) gratis tetapi dengan persyaratan yang lumayan jelibet dan ongkos untuk memenuhi syarat pendaftaran itu sama seperti kalo kita bayar untuk daftar di sekolah kedinasan yang lain, menurutku malah bisa lebih. Beberapa persyaratannya adalah SKCK, terus surat bebas narkoba, surat belum pernah menikah dan lain-lain. Mengapa seperti itu? Karena tahu sendiri lah, ini sekolah yang nggak sama seperti sekolah-sekolah lain. Tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut.
  1. Daftar online di website resminya www.stin,ac,id
    Jadi setelah semua persyaratan sudah ada tinggal scan lalu kirim melalalui websitenya, dan tunggu hinggga terdapat pengumuman resmi dari pihak sekolah untuk mengetahui berkasnya diterima atau tidak. Jika sudah lolos seleksi berkas, maka akan ada email resmi dari STIN mengenai pelaksanaan tes. Kebetulan dulu aku ikut tes di Badan Kepegawaian Surabaya.
  2. Tes Kemampuan Dasar berabasis CAT
    Nah, setelah kamu tahu lokasi tesnya, kamu bisa lihat info pelaksaan tes yang sudah dibagi-bagi menjadi beberapa hari. Kebetulan aku mendapatkan sesi tes hari terakhir, sebelum mengikuti tes akan ada verifikasi surat-surat yang sudah kamu upload di webistenya sebelumnya, untuk mencocokan lah istilahnya. Setelah tes selesai, hasil tes juga akan diumumkan hari itu juga. Dan karena aku di sesi tes hari terakhir, aku besok harinya sudah ikut tes lagi yaitu psikotes dan Tes Potensi Akademik.
  3. Tes Psikotes dan Tes Potensi Akademik
    Alhamdulilah aku lolos di TKD dan tahap selanjutnya adalah tes psikotes yang dimana aku merasakan pressure yang betul-betul stressing. Alhasil aku gagal di tes ini, padahal dari info yang tersebar setelah ini tinggal tes fisik seperti pada tes-tes sekolah kedinasan pada umumnya.
Intinya kalau memang benar-benar ingin masuk STIN, harus benar dipersiapkan untuk tes-tesnya dan juga latihan tes under pressure, seperti dengan menerapkan batasan waktu saat melakukan latihan tes, sehingga bisa membackup diri saat tes nanti.
Mungkin seperti itu yang bisa aku bagi dari pengalamanku ini, semoga bermanfaat!
Continue Reading...

Notes

Thanks for visiting my blog!