Monday, March 6, 2017

Catatan Akhir SMA

Share it Please

Masa-masa paling indah masa-masa di sekolah... tiada kisah paling indah kisah kasih di sekolah.. ya itulah cuplikan lirik lagu Alm. Chrisye tentang masa masa sekolah.. Hmmm.. Benarkah? Yap coba tengok cerita singkatku kuy..
Aku bersekolah di salah satu SMA Negeri di kotaku, katanya sih sekolah favorit juga. #Alhamdulillah. Aku masuk SMA tahun 2013 saat itu adalah masa transisi dari kurikulum 2006 ke kurikulum 2013, yaahh agak rempong sih menurutku ganti ganti kurikulum itu, tapi tidak mengapa, tidak ada salahnya untuk hijrah ke kurikulum yang lebih baik (semoga). Pertama kali aku masuk SMA, aku duduk di kelas MIA 3, penjurusan dilakukan diawal setelah daftar ulang serta diadakan tes psikotes serta tes bakat minat. Aku duduk di bangku kelas itu bersama 42 orang temanku, pertama kali aku masuk aku seperti minder karena teman-teman yang aku kenal saat masa orientasi tidak ada yang sekelas denganku, tapi Alhamdulillah semakin hari aku bisa beradaptasi dengan lingkungan kelasku. Pertama kali aku masuk kelas 10 SMA aku sudah disibukkan dengan kegiatan ekstrakurikuler yang aku ikuti, yaitu PASKIBRAKA aku terpilih menjadi pasukan pengibar bendera di kecamatan sekolahku. Ada juga temenku satu ekstra yang juga sekelas denganku, cewek lagi. Dia asalanya dari Papua, jauh ya.. Dia di sini tinggal dengan neneknya. Di kelas 10 ini aku juga ikut jadi pengurus OSIS, hingga aku merasakan serunya dispen dan serunya komunikasi ke sekolah dan pihak donatur/sponsor saat diadakan even-even sekolah. Lumayan panjang deh ya kalau aku ceritain kelas 10 ku, mulai dari kisah cintaku yang kandas karena salah paham, rasanya tidur di sekolah, rasanya malam2 di sekolah, rasanya jadi anak yang sering dispensasi, hingga rasanya nilai akademik yang kian hari kian menurun. Tetapi Alhamdulilah terselamatakn juga, tidak ada nilaiku yang ada di bawah KKM.
Kelas 11 ku dipennuhi dengan kegiatan ekstrakurikuler, yaitu aku terpilih jadi ketua jurnalis sekolah dengan pengurus yang aku nilai tidak cocok denganku, jadi serasa aku kerja sendiri, apa apa aku pikir sendiri (tapi mungkin juga salahku yang masih belum bisa mengatur kepengurusan dengan baik), keluar dari ekstra PASKIBRAKA yang jika aku lanjutan bisa menggapai mimpiku jadi paskibra kabupaten
L, mikirin uang majalah, mikirin hutang ekstra, hingga ada lomba yang diadakan oleh salah satu surat kabar ternama di Indonesia (Alhamdulilah mendapat pencapaian terbaik sepanjang eksistensinya di sekolah), hingga insiden kamera hilang, insiden terlambat kirim karya, dan pengalaman-pengalam seru lainnya yang mungkin tidak setiap orang bisa merasakannya. Tapi tetap juga berlaku sebab-akibat, karena aku terlalu fokus ada nun akademik, akademik-akademik kabur semua, nilaiku turun, frustrasi, menyesal, kecewa, dan lain-lain yang sudah aku lupakan sekarang.
Kelas 12 ku dipenuhi dengan ekspektasi-ekspetasi dengan kenyataan yang rendah, aku mungkin mendapat imbas dari apa yang aku lakukan di kelas 11, di kelas 3 ini aku kesulitan untuk menyesuaikan materi-materi, banyak sekali materi-materi yang aku lupa, apalagi matematika dan pelajaran eksak lainnya, seperti mengambang semua, aku hanya bikin ekspektasi seperti orang yang paham dan bisa. Padahal dibalik layarnya bisa dikatakan nol atau mungkin minus
L. Padahal kelas 3 adalah tahun terakhir yang menentukan kelanjutan studiku. Tapi aku tetap bersyukur karena aku masih bisa mengikuti jalur SNMPTN, walaupun aku tidak lolos. Banyak sekali pengalamanku di kelas 3 ini juga, mulai dari iseng-iseng ikut lomba yang katanya biar bisa masuk kuliah mudah itu(cari-cari sertifikat), pengalaman ikut Open Phsycology di UNAIR (walaupun akhirnya aku dapat piagam peserta dan semifinalis, tapi lumayan lah aku jadi tahu dalamnya UNAIR gimana), ikutan tes STIN (aku rasa seperti nekat sekali), ikut tes STMKG (peluangnya kecil sekali ternyata), ikutan SBMPTN, merasakan sakitnya tidak lolos SNMPTN, ikutan tes SBMPTN, ngantuk pas ujian SBMPTN, merasakan rasanya tidak lolos SBMPTN dan lain-lain. Dan dari semua itu aku menarik kesimpulan bahwa masa SMA ku hanya dipenuhi kegiatan-kegiatan non-akademik, penuh ekspektasi, terlalu makas diri, tidak tahu diri, kran introspeksi, terlalu tinggi angan mungkin juga ya L. Maaf ya Ayah dan Ibuku, aku seperti itu, aku sering pulang malam juga kebanyakan karena itu, dan maaf aku tidak sepeti kakak yang dapat PTN dengan jalur undangan. Itulah masa SMA ku, oiya di bagian kisah kasih sepertinya di SMA ini tidak terlalu aku urusin, hanya saat itu aku jadi ngerti komitmennya seseorang dan akhir dari kesalahpahamanku di kelas 10 dulu.
Ya itulah singkatnya beberapa catatanku di kala abu-abu, ambil sisi positif dari kisahku dan pastinya jangan ditiru negatifnya. Wassalamualaikum...

No comments:

Post a Comment

Notes

Thanks for visiting my blog!